Petualangan Seks


Waktu menunjukkan pukul 13.30 ketika Vani tiba Plaza Tendean, tempat janjian ketemuannya dengan Roland. Ketika di sms Vani bilang bahwa Vani pengen ketemuan, Rolland langsung menelpon. Rolland sebenarnya sudah bisa menebak alasan kenapa Vani minta ketemuan. Bagaimanapun, mereka pernah jalan bareng selama 6 bulan. “Ok deh Bel, kita ketemuan di Plaza Tendean saja ya, kan lumayan di tengah-tengah tuh” kata Rolland di telepon. Vani mengiyakan. Lalu Rolland menambahkan “Tapi, gue mau lo berpakaian seperti ini…”. Vani mendengarkan ucapan Rolland, lalu wajahnya memerah jengah. “Ih, gila lo ya Land” kata Vani tersipu. “Mau nggak?” balas Rolland nakal. “Ya udah deh” jawab Vani pasrah, timbang ga jadi ketemuan dengan Rolland.

Dugem Sampek Horny


Perkenalkan Nama Saya Bernard.. Seperti cerita – cerita lainnya.. saya adalah salah satu mahasiswa Ilmu Komputer Semester 4 di perguruan tinggi swasta di daerah jakarta barat.. Terserah cerita ini mao di bilang hayalan,karangan, inspirasi… atau pengalaman.. yang jelas saya hanya ingin menumpahkan pikiran saya kedalam cerita ini.. 2 Tahun yang lalu.. 2 tahun yang lalu ialah masa2 SMA saya akan berakhir.. yah.. itu kelas 3.. dan kata orang masa – masa SMA itu masa yang paling indah… . Mungkin memang paling indah… masa SMA masa dimana seorang beranjak dewasa.. mulai mengenal dunia luar… dunia gelap.. dunia gemerlap.. narkotika.. kejam.. memang kejam.. tapi sangat mengasyikan.. Saya adalah orang yang cukup di bilang.. seminggu sekali untuk datang ke salah satu diskotik di jakarta.. awalnya saya pun di ajak oleh salah satu teman saya.. tapi lama2 ketagihan.. cukup sedikit menghilangkan stresss… Singkat saja.. kami ber 5.. merupakan teman atau team dugem.. hohoho.. adi,dani,dono,dan cicil.. yahh… kami ber 5 memang cukup dekat dalem pertemanan..seperti biasa..

Rangsangan Nakal Tante Girang


Kejadian hubungan saya dengan Tante Nita sudah lewat hampir 1 bulan, dan selama itu pula kami tidak pernah lagi melakukan hubungan badan. Dalam pikiran saya, mungkin Tante Nita sudah menyadari kekhilafannya, dan saya juga harus bisa melupakan kejadian tersebut dan menganggap kalau kejadian itu tidak pernah terjadi. Karena pada dasarnya saya juga merasa malu pada diri saya sendiri, tapi dilain pihak saya juga merasakan nikmatnya persetubuhan kami. Mungkin perasaan ini jugalah yang ada di dalam hati Tante Nita.

Sedang Masturbasi


Pertama-tama saya akan memperkenalkan diri saya.Nama saya Ocha,saya masih sekolah di sebuah SMA swasta dikotaku.Saya mempunyai ukuran penis yang bisa membuat semua wanita terkejut karena ukurannya.Penis aku mempunyai panjang 19,6 cm dan diameternya 5 cm.Mungkin karena kedua orang tuaku adalah keturunan bangsa arab,dan aku pun merasa bersyukur karenanya. Cerita yang akan saya ceritakan ini adalah cerita yang benar-benar terjadi tanpa ada rekayasa sedikit pun.ketika mengalami kejadian ini saya berumur 16 tahun.kejadian ini terjadi ketika saya pergi main ke rumah salah seorang temanku yang bernama angga.angga adalah seorang anak kecil berumur6 tahun.aku sering main kesana karena disana aku bisa main play station sepuas-puasnya.angga mempunya kakak perempuan yang bernama mba riri,yang berumur 20 tahun.mba riri orangnya manis dan mempunyai payudara yang besar dan pantat yang montok. Selain mba riri,dirumah angga juga ada ibunya yang bernama ibu siska dan berumur sekitar 40-an,tetapi ibu siska mempunyai tubuh yang sangat montok sekali dan aku sangat tidak tahan melihat keindahan tubuhnya.karena sangat tidak tahan,aku pun memutuskan untuk mengintip bu siska dan mba riri.Ketika itu aku pergi main ketempat angga,dan disana hanya ada bu siska sedang bersih-bersih rumah.

Kenikmatan dengan Vagina sempit


Nikmatnya Ditunggangi Vagina Sempit, Punya Adi suamiku walaupun panjang tapi tak sekeras ini. Setelah pak Bowo yakin penisnya siap tempur dia merenggangkan pelukannya dan tangannya bertumpu dipahaku. “Pak… sudah ya su engggghhhhhh” Pak Bowo sedikit menarik penisnya tapi rasanya di vaginaku yang baru orgasme itu luar biasa.
Mataku terbelalak merasakannya begitu pak Bowo kembali memasukkan penisnya, walaupun pelan2 tapi membuatku tak sadar menggeliat punggungku naik ke atas, kepalaku menengadah.. mulutku menganga tanpa suara. Pak Bowo berkali2 melakukan itu dengan perlahan2 hingga akhirnya dia sesekali menyentakkan pantatnya.

Gita ough..Gita


Kisah nyata ini berawal ketika saya duduk dikelas 2 SMA di kota B. Seperti biasa kehidupan remaja pada seumuran itu sangatlah waahhh.. itu menurutku. Saat itu saya tergabung dengan team bola basket sekolah saya, sayapun mempunyai banyak teman baik didalam team ataupun diluar team, mereka pun mengenalku dengan baik. Salah satu dari temanku ini adalah Indra dimana dia ini orangnya pintar dan kutu buku banget. Saya bergaul dengan dia semacam simbiosis dimana disaat saya tidak mengerti akan sesuatu tentang pelajaran, saya selalu bertanya kepada Indra, begitu juga jika dia bertanya tentang masalah “cewek”, dia selalu bertanya kepada saya. ( padahal saya jawab sekenanya dan dia selalu manggut-manggut seperti burung kakak tua.. hehehe ) Saat itu kita sedang menghadapi ujian pertengahan ( Catur wulan ke 2 ) dan saya sedang giat-giatnya belajar bersama Indra dirumahnya. Eh dia dua bersaudara, kakaknya perempuan bernama Gita dan kuliah di PTN dikotaku, semester pertama. Cantik juga orangnya dengan kulit putih dan tubuh yang proposional banget.

Hasrat Sexku yang terpendam


Bukan salahku kalau aku masih menggebu-gebu dalam berhubungan seks. Sayangnya suamiku sudah uzur, kami beda umur hampir 15 tahun, sehingga dia tidak lagi dapat memberi kepuasan sex kepadaku. Dan bukan salahku pula kemudian aku mencari pelampiasan pada pria-pria muda di luar, untuk memenuhi hasrat seks-ku yang kian menggebu di usia 35 ini. Dengan TB 170cm BB 58kg Bra 38C aku merasa sangat seksi dan sintal dengan payudara yang membusung besar ke depan dengan pantat njedol ke belakang apalagi perut ramping dan pinggul besar membulat, menambahkan tubuhnya yang bongsor ini semakin bahenol dan montok. Namun sepandai-pandainya aku berselingkuh akhirnya ketahuan juga. Suamiku marah bukan kepalang memergoki aku berpelukan dengan seorang pria muda sambil telanjang bulat di sebuah motel.

Sanggar Senam Tempat Kenikmatan


Ini Pengalamanku sebenarnya, sengaja aku samarkan namaku dan suamiku agar dia tidak tersinggung dan tidak tahu kalau ini yang nulis saya, Kalau sampai tahu kan nggak enak dong, bisa tengkar nantinya.
Kejadian ini tidak pernah kuduga sebelumnya, Selama ini rumah tanggaku berjalan baik dan aku tidak pernah melakukan hubungan sex selain dengan suamiku sendiri. Ade, suamiku seorang kontraktor yang cukup besar di kota Malang Jawa Timur, hampir setiap hari waktunya habis dikantor untuk mengurus proyek dan proyeknya. Aku sendiri Dini menikah dengan Ade, kakak tingkat kuliahku di Perguaruan Tinggi Bandung, 2 tahun diatasku.

Kepuasan Istri Bos..


Aku bekerja di Palembang, ditengah lingkungan orang-orang Chinese yang kebanyakan perempuan. Aku berumur 35 tahun tetapi belum menikah dan sudah punya pacar yang jauh tempatnya. Istri bossku itulah yang merenggut keperjakaanku.
Suaminya affair dengan seorang perempuan marketing dari Jakarta. Memang aku kalau melihat istri bossku, aku jadi kasihan. Walau sudah punya 3 anak tapi kulihat akhir-akhir ini makin tambah seksi terutama kedua buah dadanya yang membesar. Aku tahu dia ikut fitness rutin dan body building di salah satu sanggar senam. Mungkin untuk mengimbangi WIL suaminya yang memang sangat seksi dan suaranya kalau telepon, minta ampun, merdu sekali. Makanya bossku sampai klepek-klepek seperti burung tak berdaya. Bossku orang sangat kasar, selalu menang sendiri dan otoriter pada istrinya. Tidak malu dia memarahi istrinya di depan karyawannya. Tapi anehnya aku cukup dipercaya. Itu dibuktikan ketika bossku suka cerita soal keluarganya, anak-anaknya juga. Aku yang paling dipercaya boleh masuk di rumah, bahkan di ruang pribadinya. Wah, hebat sekali. Kapan aku punya kamar begini, tempat tidur yang luks dan enak sekali.

Lasmi Si Pemuas Birahi


Lasmi adalah bekas istri sepupuku yang bercerai karena setelah setahun menikah keduanya sudah tidak saling cocok lagi. Maklum, mereka menikah masih sangat muda, Lasmi 20 tahun sedang sepupuku 22 tahun. Ditambah lagi kedua orang tua sepupuku kurang menyukai Lasmi karena sekalipun cantik tapi Lasmi dianggapnya bukan berasal dari keluarga ningrat. Setelah bercerai Lasmi semula bekerja di Panti Pijit tapi hanya sebentar sebelum dia mendapat pekerjaan sebagai staf administrasi di sebuah kantor Swasta. Karena dia memang cantik maka cepat saja dia dapat menarik hati seorang pemuda yang cukup kaya. Mas Indra nama pemuda itu, anak dari Direktur perusahaan itu yang tergila-gila pada Lasmi. Akan tetapi yang pertama kali tertarik pada Lasmi justru Pak Suryo, ayah Mas Indra. Laki-laki yang pernah menjadi langganan pijit Lasmi ini rupanya ada hati pada janda cantik ini dan dialah yang membujuk Lasmi untuk bekerja sebagai staf di kantornya. Lasmi sendiri tidak mengira bahwa Mas Indra nekat melamarnya sebagai istri tapi meskipun kurang sreg diterima juga lamaran itu karena Mas Indra orangnya cukup ramah sehingga Lasmi juga cukup senang. Apalagi berikutnya dia juga sangat dimanja sekali oleh kedua mertua barunya di mana dia diajak tinggal serumah. Tapi, justru karena kelewat akrab dan manja teristimewa dengan Pak Suryo mertua lakinya maka terjadilah kontak terlarang di antara keduanya.

STW itu Enak, Bikin Puas Lemas


Aku memang termasuk pria yang aneh. Napsuku hanya pada wanita-wanita STW yang suka mengenakan kebaya dan berkonde. Kadang-kadang waktuku habis ke pesta-pesta pernikahan hanya untuk melihat wanita-wanita yang mengenakan pakaian tersebut. Kalaupun tidak ada pesta penikahan aku pergi ke tempat-tempat hiburan tradisional (ronggeng) dimana para penari dan penyayinya mengenakan kebaya dan berkonde.
Pernah suatu ketika aku pergi ke daerah Karawang untuk mencari hiburan ronggeng dan aku menikamati sekali meskipun harus melihat dandanan yang menor. Kehidupan seperti ini membuatku kadang-kadang tersiksa, tapi itulah kenyataan hidup yang harus aku jalani dan aku nikmati. Seperti kata orang keinginan seperti yang aku alami itu merupakan hal wajar dan sulit untuk diperdebatkan apalagi menyangkut selera. Sebagai manusia normal dan sampai dengan usiaku memasuki kepala empat aku tetap berusaha untuk mendapatkan seorang wanita yang siap menemaniku dan berpakaian serta berdandan sesuai keinginanku.

Tante Girang dipuaskan 3 Berondong


Mendung tebal angin dingin mulai menghembus, aku terus melaju mobil ku melintasi jalan raya yang agak sepi, aku baru saja mengunjungi salah satu nasabahku yang tempatnya agak jauh dari kota, aku harus melewati jalan raya yang sepi dan jauh dari perumahan penduduk.Tiba tiba saja aku merasakan ban mobilku kempes, lalu aku menoba berhenti dan memeriksanya, ternyata ban belakang sebelah kiri kempes.”ah g papa pasti aku masih bisa menaikinya sampai di kota” pikirku.
Dan ketika aku membuka pintu mobilku, aku tak bisa membuka nya.Astaga aku menutup pintu mobilku dan kunci mobil masih mengantung di dalam, haaa…dasar sial. aku mencoba mencari Hpku, Oh no..! Hp dan tas ku juga di dalam mobil.

Asisten Sexku

Kegemaranku menonton film porno berawal dari penemuan tidak terduga dibalik tumpukan lipatan sarung didalam lemari kamar om saya pada awal sekolah menengah pertama. berhubung dulunya satu-satunya media pemutar vcd-vcd pono tersebut ada di TV utama ruang tengah rumah saya, setiap malam saya 'berkeliaran' setelah seluruh penghuni rumah tertidur pulas. dari hari kehari, saya selalu penasaran dengan setiap 'penemuan' baru saya, dan terkadang perlu menunggu waktu lama untuk bisa menonton film-film baru koleksi om saya tersebut.

pada suatu hari, seluruh keluarga berpergian keluar kota, saya tidak ikut serta dalam perjalan inap 2 hari tersebut dengan alasan ada janji temu dengan teman-teman besok harinya. namun sayang, dirumah kebetulan mempekerjakan seorang 'asisten ibu' (untuk memperhalus kata pembokat), jadi saya tetap tidak leluasa untuk menonton film cabul temuan saya dan tetap perlu menunggu waktu yang tepat.

Tante Girang Haus Sex

perkenalkan namaku Bobby… aku akan menceritakan kisah nyata yang terjadi pada diriku beberapa waktu yang lalu. Cerita panas dan dewasa ini diawali ketika aku masuk menjadi mahasiswa salah satu sekolah tinggi komputer yang ada di Bandung. Pada saat itu tahun 1994, aku pindah dari Jakarta Barat yang panas ke kota dingin Bandung dan tinggal di daerah perumahan yang dulu pernah ditinggali kedua orang tuaku. Dan sekarang ini karena orang tuaku telah pindah dinas, aku hanya tinggal bersama seorang pembantuku.

Beranjak dari kehidupan dewasaku yang jauh dari kedua orang tua, aku mulai terbiasa dengan kehidupan bertetangga. Salagh satu tetangga dekatku adalah tante Ana, seorang wanita sexy beranak satu yang suaminya jarang di rumah karena kesibukan bisnis. Usianya kira-kira 32 tahun, namun badannya terlihat sangat mulus dan sexy seperti gadis umur 17 tahunan.

Satu tahun sudah aku tinggal, di akhir tahun 1995 aku mulai merasakan gejolak nafsu yang amat sangat terhadap wanita. Pada suatu malam aku mulai merasa ingin sekali bermain/bertamu ke rumah tante Anna namun aku selalu tidak berani dan merasa takut kalau nanti suaminya akan datang dan aku akan dikomentari tidak baik.

Tante Girang vs Gigolo

ini merupakan kisah nyata. Pengalaman dari seorang gigolo yang disewatante-tante girang untuk pesta seks disebuah villa. Secara bergiliran pemuda gigolo tersebut melayani para tante yang sedang haus seks dan butuh kehangatan. Seperti apa cerita seks tersebut, simak berikut ini..

Perkenalkan pembaca namaku Andre, usia sekitar 24 tahun. Aku seorang gigolo dari kota kembang Bandung. Aku akan menceritakan pengalamanku melayani sekaligus 4 pelangganku dalam semalam. Aku menggeluti profesi ini sudah 4 tahun, dan sejak itu aku mempunyai pelanggan tetap namanya Tante Dessy (bukan nama asli), dia seorang janda tidak mempunyai anak, tinggal di Bandung, orangnya cantik, putih, payudaranya besar walaupun sudah kendor sedikit, dia keturunan tionghoa. Dia seorang yang kaya, memiliki beberapa perusahaan di Bandung dan Jakarta, dan memeiliki saham di sebuah hotel berbintang di Bandung.

Ngentot Nikmat Di Mall

Sore itu Liani sedang duduk ngobrol dengan tiga teman ceweknya di dalam sebuah mal. Mereka sedang asyik-asyiknya ngobrol dan saling bercanda sambil memesan minuman dan makanan ringan. Saat itu mereka semua masih memakai pakaian seragam tapi bukan seragam putih abu-abu biasa, namun seragam dengan corak seperti batik untuk bajunya. Memang sekolahnya ini punya dua jenis seragam, seragam biasa dan seragam ini.Di hari-hari tertentu seragam inilah yang digunakan. Saat mereka sedang seru-serunya bercandaan, ada seorang cowok yang sedang memandangi empat anak cewek yang cakep-cakep itu dengan tampang mupeng. Cowok ini adalah anak smu juga tapi beda sekolah dengan Liani. Cowok ini memang sering datang ke mal itu, kadang sendirian kadang bareng teman-temannya. Mereka adalah cowok-cowok berandalan yang datang ke mal dengan dua tujuan. Kalau nggak cuci mata dan godain cewek-cewek terutama cewek-cewek smu yang putih dan cakep-cakep itu, ya memalak anak-anak sd atau smp yang main game di dekat bioskop. Hari ini kebetulan ia lagi sendirian.
Saat itu empat cewek itu tetap asyik ngobrol tanpa sadar ada cowok yang menatap mupeng ke arah mereka. Semuanya cakep-cakep dan putih-putih. Namun diantara keempatnya, cowok itu paling sering memandangi Liani. Karena memang Liani yang paling cakep diantara mereka berempat. Apalagi posisi Liani saat itu sungguh pas menghadap ke arahnya. Namun yang bikin cowok itu makin mupeng dengan Liani, saat itu posisi duduk cewek itu agak serampangan. Kedua kakinya agak terbuka dan roknya sedikit tertarik ke atas sehingga cowok itu bisa melihat paha putih Liani yang terbuka, apalagi posisi cowok itu sungguh strategis. Liani seperti tak menyadari sedari tadi ada cowok yang memperhatikan pahanya. Ia tetap tidak mengubah posisi duduknya itu. Sehingga cowok itu sungguh beruntung bisa memandangi paha Liani yang sungguh putih mulus itu selama beberapa saat lamanya. Matanya berpindah-pindah antara wajah yang polos tapi cantik itu dan pahanya yang terbuka. Namun itu masih belum apa-apa. Setelah itu, Liani becanda agak kelewatan dengan salah satu temannya. Sampai temannya itu ingin mencubit dirinya.

Berbagi Birahi dengan Adik Iparku

Usiaku sudah hampir mencapai tiga puluh lima, ya… sekitar 3 tahunan lagi lah. Aku tinggal bersama mertuaku yang sudah lama ditinggal mati suaminya akibat penyakit yang dideritanya. Dari itu istriku berharap aku tinggal di rumah supaya kami tetap berkumpul sebagai keluarga tidak terpisah. Di rumah itu kami tinggal 7 orang, ironisnya hanya aku dan anak laki-lakiku yang berumur 1 tahun berjenis kelamin cowok di rumah tersebut, lainnya cewek.
Jadi… begini nih ceritanya. Awal September lalu aku tidak berkerja lagi karena mengundurkan diri. Hari-hari kuhabiskan di rumah bersama anakku, maklumlah ketika aku bekerja jarang sekali aku dekat dengan anakku tersebut. Hari demi hari kulalui tanpa ada ketakutan untuk stok kebutuhan bakal akan habis, aku cuek saja bahkan aku semakin terbuai dengan kemalasanku.

Les Kepuasan Untuk Muridku Dan Mamanya

Aku Andre, saat ini umur 23 tahun dan baru lulus kuliah. Sekilas tentang diriku,tampangku 6,5; body 7,5; kejantanan 18 cm (kalo dinilai 9, nanti disangka 9cm hehehe) badanku lumayan kekar karena darri SMP aku kadang2 ke gym. aku tidak termasuk golongan orang pintar secara keseluruhan, tapi aku punya kelebihan dibidang ilmu alam.
Jadi cerita ini adalah tentang aku saat masih kuliah sambil memberi les pada anak2 SMP dan SMA dibidang IPA. Dari 9 orang muridku, 4 diantaranya duduk di bangku SMA kelas dua IPA. les yang aku berikan les privat dan aku yang dateng ke rumah muridku.
Cynthia salah satu muridku yang paling cerdas, orangnya periang dan ramah. Mungkin sebenarnya dia tidak butuh les denganku, tapi karena dia anak tunggal dan sering ditinggal maka orangtuanya menaruh harapan besar terhadapnya. Ayahnya cuma punya waktu 1 minggu dalam satu bulan untuk tinggal dirumah, ibunya masih muda (37 tahun) dan suka jalan2 dengan teman2nya sampai lupa anak gadisnya juga butuh kasih sayang.

Ngetot CS Bank

Gue sangat terobsesi sekali dengan wanita2 bekulit kuning, seperti keturunan Cina, Menado, Palembang, atau wanita Dayak. Sebagian wanita Sunda juga mempunyai kulit seperti ini, juga wanita2 Jawa yang terkenal dengan perawatan kulit tradisionalnya. Apalagi dengan paha, kaki dan betis yang terawat mulus, apalagi dengan rok model mini. Gue mengaggumi wanita2 dengan tubuh kecil, padat dengan warna kulit kuning seperti ini, dilengkapi lagi dengan kondisi badan yang berisi padat, susu tidak besar, kecil tapi padat, sangat menggairahkan gue.

Ku Nikmati Keperawanan Pembantuku


Shanti baru saja selesai menyapu lantai. Dan sekarang ia berniat mencuci piring kotor. Ia berjalan masuk kedalam dapur dan mendapati Mbak Tuti sedang membenahi peralatan dapur. Pada jam seperti ini restoran tempat mereka bekerja sudah sepi. Hari ini giliran Shanti yang harus pulang lambat karena ia harus merapikan restoran untuk buka nanti malam. Begitulah keadaan restoran dikota kecil, pagi buka sampai jam 3 sore lalu tutup dan buka kembali jam 7 malam. Shanti tahu ia tak akan sempat pulang karena ia harus bekerja merapihkan tempat itu bersama Tuti.
Shanti adalah seorang gadis yang cantik dan ramah. Usianya sudah 17 tahun dan ia tak dapat lagi meneruskan sekolahnya karena orang tuanya tidak mampu. Wajahnya oval dan sangat bersih, kulit gadis itu kuning langsat. Mata Shanti bersinar lembut, bibirnya kemerahan tanpa lipstik. Shanti mempunyai rambut yang panjang sampai dadanya, berwarna hitam, tubuhnya seperti layaknya gadis kampung seusianya. Buah dada Shanti membusung walaupun tidak dapat dikatakan besar namun Shanti memiliki pantat yang indah dan serasi dengan bentuk tubuhnya. Pendek kata Shanti seorang gadis yang sedang tumbuh mekar dan selalu dikagumi setiap pemuda dikampungnya.
Tuti seorang wanita yang sudah berusia 32 tahun. Ia seorang janda ditinggal cerai suaminya. Sudah 3 tahun Tuti bercerai dengan suaminya karena laki-laki itu main gila dengan seorang pelacur dari Jawa Tengah. Tuti bertubuh montok dan bahenol. Semuanya serba bulat dan kencang, wajahnya cukup manis dengan rambut sebahu dan ikal. Bibir Tuti sangat menggoda setiap laki-laki, walaupun hidungnya agak pesek. Kulit Tuti berwarna coklat tua karena ia sering ke pasar dan ke sawah sebagai buruh tani kalau sedang musim tanam atau panen. Tuti dulunya adalah seorang pelacur daerah Tretes, Jawa Timur. Dulu uang begitu gampang diperoleh dan laki-laki begitu gampang dipeluknya, sampai akhirnya hukum karma membuat ia menjanda karena sesama teman seprofesinya juga. Banyak orang dikampung yang diam-diam mengetahui sejarah kelam Tuti dan banyak juga yang mencoba hendak memanfaatkan dia. Tapi selama ini Tuti terlihat sangat cuek dan sinis terhadap orang-orang yang menggodanya. Buah dada Tuti besarnya bukan main, sering ia merasa risih dengan miliknya sendiri. Tapi ia tahu buah dadanya menjadi buah-bibir baginya. Dan sedikit banyak ia juga bangga dengan buah dadanya yang besar dan kenyal itu. Tuti juga memiliki pantat yang besar dan indah, nungging seperti meminta……. tubuh Tuti sering menjadi mimpi basah para pemuda dikampungnya.
“Shan, kamu sudah punya pacar belum?” Tiba Tuti berjongkok didepan Shanti dan mulai membantu gadis itu mencuci pirng-piring kotor. Shanti terkikik dan menggeleng.
“Belum tuh”
“Lho? Gadis secantik kamu pasti banyak yang naksir” kata Tuti sambil memandang Shanti. Shanti tertawa lagi.
“Payah.?? semuanya mikir kesitu melulu” Jawab Shanti.
“Memang.?? laki2 itu kalau melihat perempuan pikirannya langsung ingin ngewe” kata Tuti tanpa merasa risih berkata kasar.
“Ah mbak, jangan suka ngomong gitu ah” timpal Shanti.
“Kan nggak ada yang dengar ini” Jawab Tuti. Mereka terdiam lama.
“Mbak…….” suara Shanti menggantung. Tuti terus mencuci.
“Mmmm?” Jawab wanita itu.
“Ngggg………”
“Ngomong aja susah banget sih” Tuti mulai hilang sabar. Shanti menunduk.
“Ngg…… anu…….. ngewe itu enak nggak sih?” Akhirnya keluar juga. Tuti memandang gadis itu.
“Yaaa…….. enaak banget Shan, apalagi kalo yang ngewein kita pinter” jawab Tuti seenaknya.
“Maksud mbak?” Shanti penasaran.
“Iya pinter………. bisa macam-macam dan punya kontol yang keras!” kata Tuti sambil terkikik. Shanti merah padam mendengarnya. Tapi gadis itu makin penasaran.
“Bisa macam-macam apa sih, Mbak?” tanya Shanti. Tuti memandangnya sambil menimbang. Ah……. toh nanti gadis kecil ini harus tahu juga. Dan Shanti sungguh cantik sekali, sekilas mata Tuti tertumbuk pada posisi Shanti yang sedang berjongkok. Tuti melihat gadis itu mengangkang dan terlihat celana dalam gadis itu berwarna coklat muda.